Syaiful Huda Sosialisasi Empat Pilar di Pondok Pesantren Kota Tasikmalaya Bersama Warga

 

Mediaklik.id – Ketua Komsi X DPR RI Syaiful Huda , mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang dikenal dengan istilah empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu di ungkapnya dalam Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di pondok pesantren Riyadul Ulum Wadda’wah Condong Cibereum Kota Tasikmalaya, pada 23 November 2020.

 

Menurut Huda bahwa Empat pilar tersebut telah menjadi sejarah perjalanan bangsa Indonesia, seluruh entitas bangsa ini adalah berdasar kerukunan dan gotong royong, keinginan untuk selalu rukun dan bergotong royong sehingga memiliki kemampuan untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan segala persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tradisi kerukunan dan bergotong royong adalah ciri khas bangsa Indonesia bukan hanya berdampingan secara damai tetapi juga saling menolong, saling membantu, dan saling mendukung kemajuan, karena suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari sumber daya manusia yang unggul sebagai kuncinya, sumber daya manusia Indonesia harus sehat cerdas berdaya saing tetapi juga berakhlak mulia. ” Paparnya.

 

Dengan demikian lanjutnya Nilai-nilai empat pilar ini menjadk warisan kebangsaan yang harus di jaga di rawat dan yang lebih penting lagi di hadirkan dalam setiap ruang publik dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegaraa yang harus di tanamkan sampai masyrakat Desa dan kelompok masyarakat lainnya.

 

“Pancasila adalah harga mati, harus sering kita diskusikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi keberlangsungan negara ini, kondisi kebngsaan dan ke bhinkaan yang tengah terancam oleh Gerakan yang ingin mengganti idiologi negara, maka ikhtiar untuk memperkokoh Kembali landasan berbangsa dan bernegara melaui pondok pesantren menjadi sesuatu yang harus di lakukan.” Tegasnya.

 

Untuknya, Kita semua memiliki keyakinan tidak perlu ada yang di perdebatkan dan di pertentangkan antara Pancasila dan agama. Bukankah dalam banyak hal sabda sabda Tuhan termaktub dalam Al Quranul karim telah memberikan justifikasinya terhadap Pancasila. Dengan kata lain, menegakkan Pancasila sama saja dengan menegakkan ayat ayat suci di bumi pertiwi yang kita cintai ini.

 

Beberapa sabda Tuhan sudah sangat jelas memberikan justifikasi pada setiap butir butir Pancasila seperti yang yang tersurat dalam sabdanya, “ katakanlah : Dia allah, yang maha Esa” (Qs Al Ikhlas :1) berkesesuaian dengan sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa.

 

“Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu hendaklah kamu menjadi manusia yang adil,” (Qs Annisa: 135) memiliki korelasi dengan sila ke dua : kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia berkorelasi dengan firman Allah SWT dalam QS Al Hujarat ayat 13 yang artinya, “Dan kami menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling mengenal”. Sila ke empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan, mendapatkan justifikasi dalam Qs Assuyro ayat 38 yang artinya, “ sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antar mereka”. Sila kelima Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia , berkesinambungan dengan Firman-Nya dalam QS An-Nahl ayat 90 yang artinya , ”sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kabajikan.

 

“Artinya bahwa Kita semua memiliki keyakinan tidak perlu ada yang di perdebatkan dan di pertentangkan antara Pancasila dan agama. Bukankah dalam banyak hal sabda sabda Tuhan termaktub dalam Al Quranul karim di atas telah memberikan justifikasinya terhadap Pancasila. Dengan kata lain, menegakkan Pancasila sama saja dengan menegakkan ayat ayat suci di bumi pertiwi yang kita cintai ini. “Pungkasnya.